Ikuti langkah-langkah berikut:
1. buat dokumen baru, buatlah lingkaran lonjong dengan menggunakan elipse tool (warna fill dan outline merah)seperti dibawah ini:
2. kemudian warnai seperti pada gambar: setelah itu kita akan menduplicat dan memutarnya 60 derajat (klik windows -> docker -> transformation -> dan pilih rotate), maka akan keluar kotak dialog sebelah kanan (atur sesui gambar) lalu klik 3 kali pada aply to duplicate :
hasilnya:
3. ubah warna seperti pada gambar dibawah (klik pada obyek yang mau diganti, lalu klik warna pada color pallete) lihat gambar:
4. sekarang kita bermain dengan teknik shaping ( klik pada windows ->docker -> shaping ) maka akan keluar kotak dialog shaping pada kanan layer, pilih interest dan atur sesuai dengan gambar:
5. oke kita klik warna merah dan biru (sambil menekan shift pada keyboard), lalu klik interest with (pada kotak dialog shaping tadi) kemudian klik pada warna kuning. Lalu kita pilih warna bebas untuk mewarnai obyek hasil interest tadi (yang penting beda dengan 3 warna dasar) disini saya pilih warna hijau, lihat gambar:
6. setelah itu sekarang kita pilih warna kuning dan merah, lalu klik interest with, kemudian klik pada warna biru, kemudian pilih warna yang beda dengan 3 warna dasar (saya pilih warna pink) untuk membedakan saja.
7. pilih pick tool dan blok obyek hasil dari interest tadi, kemudian klik weld untuk menjadikan satu (karna obyek hasil interest terpish) seperti pada gambar:
Ngeblog
Hasilnya
8. sekarang waktunya tuk memisah obyek warna pink, buatlah garis menggunakan bazier atau freehand tool:
9. lalu sama dengan langkah dua kita akan menduplicate garis dengan cara rotate (cara ke 2):
10. setelah itu pilih semua garis2 tadi yang di duplicate (dengan kombinasi tombol shift + klik) lalu di group (klik Arrange -> group). Setelah jadi satu kita piih bintang (warna pink) dan garis (hasil group ) lalu pada property bar pilih Trim kemudian klik Break Apart (digunakan untuk memotong2 bintang dengan obyek garis diatasnya)
11. oke sekarang hapus garis hasil group tadi karna kita tidak menggunakannya lagi, sekarang kita klik potongan2 dari bintang tersebut kemudian warnai lihat gambar:
12. nih hasil akhirnya….puanjang ya…tapi semoga panjang juga ilmu yang didapet…hehehe…..
Membuat LOGO INDOSAT Dengan CorelDRAW
Membuat Logo Team Sepak Bola Liga Italia AC MILAN
Langkah - Langkahnya:
1. Aktifkan Ellipse Tool (F7) kemudian buat objek elips dan beri warna merah. kemudian buat objek elips lagi tapi ukurannya lebih kecil dengan warna putih dan letakan ditengah elips merah.
Tips : agar tepat berada di tengah-tengah, pilih saja kedua objek (elips merah dan putih) kemudian tekan huruf P pada keyboard.
2. Masih dengan ellips tool, buat objek lingkaran sambil menekan ctrl agar objek benar-benar bulat. Kemudian kita belah menjadi dua dengan Knife Tool dengan cara klik di Garis atas dan bawah lingkaran. Setelah menjadi dua bagian, beri warna merah untuk sebelah kiri dan putih untuk kanan.
3. Aktifkan Graph paper tool (D) atur dengan columns=6 dan rows=1
pastikan snap to object sudah di centang (View-Snap To Object).
Buatlah diatas setengah lingkaran merah seperti ini.
4. Drag dari P1 ke P2 dengan Pick Tool
kemudian pilih Intersect
pada tool bar kemudian delete Graph paper-nya.
5. Pilih setengah lingkaran merah kemudian ungroup (Ctrl+U) atau pada menu Arrange-Ungroup dan beri warna hitam pada bagian a, b dan c.
6. Dengan Rectangle Tool (F6) kita buat dua objek persegi panjang seperti gambar di bawah dan letakan di atas objek setengah lingkaran putih.
Pilih kedua persegi panjang tersebut, caranya pilih P1 kemudian tekan dan tahan Shift pada keyboard dan pilih P2.
Kemudian di Weld
Pilih setengah lingkaran putih dan objek yang kita Weld tadi,
kemudian pilih Intersect dan beri warna merah. Delete hasil weld-nya.
7. Selanjutnya kita buat lingkaran yang sedikit lebih besar dari lingakaran pertama,
kemudian gunakan fasilitas Fit Text To Path yang berada pada Menu Text, kita tuliskan "ACM" dengan jenis font Verdana kalo ukurannya disesuaikan saja.
Kemudian gunakan Pick Tool untuk memilih Text Orientation-nya menjadi
Selanjutnya pisahkan objek lingkaran dan tulisan ACM (Arrange-Break Text Apart) dan hapus lingkarannya.
8. Untuk membuat tulisan "1899" sama seperti membuat "ACM" hanya Path-nya bukan lingkaran tapi garis lengkung.
Caranya : aktifkan Pen Tool klik di kanan dan kiri (untuk mengakhiri tekan ESC),
dengan Shape Tool (F10) klik satu kali pada garis kemudian pilih Convert Line To Curve
Pada garis tengah klik dan drag ke bawah, jika sudah lengkung gunakan Fit Text To Path pada Menu Text dan ketikan "1899" (font=Arial, ukuran=disesuaikan sendiri)
kemudian Arrange-Break Text Apart dan hapus path lengkungnya. Hingga hasilnya kurang lebih seperti ini... Selamat Mencoba ...
TUGAS KELAS XI Multimedia 2 ,Di Print Di Ms Word,Kerjakan & Kumpulkan
KERJAKAN SOAL DIBAWAH INI, BERI JAWABAN YANG BENAR.
JIKA SUDAH SELESAI, LANGSUNG DI KUMPULKAN.
1. Program Macromedia Flash MX 2004 merupakan software berbasis vector. Keuntungan dengan sistem vector ini adalah ….
a. Ukuran file besar
b. Proses loading lebih cepat
c. Ukuran file hanya 1 kByte
d. Obyek yang dibuat dapat diberi warna
e. Gambar tidak akan pecah meskipun dibesarkan berkali-kali
2. Profesi/ pekerjaan yang sering menggunakan program Macromedia Flash MX 2004 adalah ….
a. Programer
b. Data Entry
c. Networking
d. Visual FX/Animator
e. DataBase Administrator
3. Bidang kerja pada Macromedia Flash MX 2004 untuk pembuatan obyek disebut ....
a. Stage d. ToolBox
b. Timeline e. Panel Action
c. Menu Bar
4. Fungsi rectangle tool adalah ....
a. Membuat garis
b. Menghapus icon
c. Membuat bentuk oval
d. Membuat bentuk persegi
e. Membuat obyek 3 dimensi
5. Fungsi dari selection tool adalah ....
a. Membuat garis
b. Mengubah warna gradasi
c. Memilih dan memindahkan objek
d. Mengubah bentuk objek dengan edit points
e. Mengubah atau memutar objek sesuai keinginan
6. Fungsi eyedropper tool adalah ....
a. Menghapus icon
b. Menggeser stage
c. Mengubah bentuk objek
d. Mengambil contoh warna
e. Melihat obyek agar lebih jelas
7. Subselection tool digunakan untuk ….
a. Mengubah warna stage
b. Mengubah warna objek
c. Membuka properties pada sebuah objek
d. Mengubah jenis frame pada sebuah layer
e. Mengubah bentuk melalui titik-titik pada pinggiran objek
8. Free Transform tool digunakan untuk ....
a. Memberi warna
b. Memasukkan text
c. Membuat garis vertikal
d. Mengubah bentuk obyek
e. Membuat obyek berbentuk persegi
9. Memasukkan sebuah gambar ke dalam stage dengan menggunakan perintah ....
a. File-Import-Import to stage
b. File-Insert-Import to stage
c. File-Export-Import Video
d. File-Insert-Image
e. File-Open
10. Sebuah gambar yang tersusun dari titik-titik warna dan raster (pixel) disebut ....
a. Jpg d. Bitmap
b. Gif e. Bitvektor
c. Vector
11. Objek (teks atau gambar) yang bergerak disebut
a. Flash d. Animasi
b. Shape e. Macromedia
c. Guide
12. Option untuk menampilkan text pada Macro- media Flash adalah ....
a. Pencil tool d. Brush tool
b. Eraser tool e. Text tool
c. Line tool
13. Fungsi tombol F5 dalam Macromedia Flash MX 2004 adalah ....
a. Insert frame d. Convert to symbol
b. Memilih action e. New layer
c. Menghapus objek
14. Fungsi tombol F6 dalam Macromedia Flash MX 2004 adalah ....
a. Text tool
b. Insert layer
c. Insert frame
d. Insert keyframe
e. Create motion tween
15. Untuk memberi warna pada garis tepi suatu obyek digunakan .…
a. Fill color d. Eyedropper tool
b. Hand tool e. Paint bucket tool
c. Stroke color
16. Kegunaan dari motion tween adalah .…
a. Mengatur jalur d. Mengatur tulisan
b. Mengatur gerak e. Atur background
c. Mengatur bentuk
17. Fungsi dari shortcut key Ctrl + A adalah .…
a. Undo d. Select all
b. Copy e. Test movie
c. Paste
18. Fungsi berikut ini merupakan gabungan tombol pada keyboard untuk Test Movie Macromedia Flash MX 2004 adalah ….
a. Ctrl + Enter d. Ctrl + G
b. Ctrl + J e. Ctrl + N
c. Ctrl + Q
19. Untuk memperbesar atau mengecilkan tampilan layar, dapat digunakan .…
a. Fill color d. Zoom tool
b. Hand tool e. Subselection tool
c. Brush tool
20. Tiga bentuk animasi yang terdapat pada Macromedia Flash MX 2004 adalah ....
a. Motion Tween, Motion Circle, Motion Shape
b. Motion Guide, Motion Shape, Motion Tween
c. Motion Shape, Motion Tween, Motion Resist
d. Motion Guide, Motion Hulk, Motion Path
e. Motion Vektor, Motion Cut, Motion Flash
21. Tools yang dapat digunakan untuk membuat suatu objek lingkaran adalah .…
a. Oval Tool d. Rectangle Tool
b. Brush Tool e. Eyedropper Tool
c. Pencil Tool
22. Shortcut key Ctrl+Z digunakan untuk ….
a. Redo
b. Undo
c. Menghapus benda
d. Membuat layer baru
e. Create Motion tween
23. Jika frame rate 12 fps dan frame yang digunakan sebanyak 108 frame, lama durasi animasi tersebut adalah ....
a. 9 detik d. 108 detik
b. 12 detik e. 1296 detik
c. 108 frame
24. Kegunaan dari Fill Color adalah .…
a. Mengambil contoh warna
b. Memberi warna garis tepi
c. Memberi warna pada objek
d. Memberi warna pada garis tepi
e. Memperbesar atau memperkecil objek
25. Pergerakan animasi yang halus dan tidak terlihat patah-patah sangat ditentukan oleh banyaknya ....
a. Layer d. Timeline
b. Frame e. Keyframe
c. Motion
26. Susunan posisi obyek dapat diatur urutannya dengan mudah, untuk ini Macromedia Flash MX 2004 menerapkan teknik ....
a. Masking d. Numbering
b. Layering e. Motion/ shape
c. Tweening
27. Polystar tool adalah salah satu dari beberapa toolbar di Macromedia Flash MX 2004 yang sangat berguna untuk berkreasi. Berikut adalah kemampuan tool ini, kecuali ....
a. Membuat bintang
b. Membuat lingkaran
c. Membuat obyek segi lima
d. Membuat obyek segi empat
e. Membuat obyek segi banyak
28. Pada Macromedia Flash MX 2004, untuk membuat tulisan O2 digunakan fungsi ….
a. Bold d. SubScript
b. Italic e. Underline
c. SuperScript
29. Pada Macromedia Flash MX 2004, untuk membuat tulisan X2 digunakan fungsi ….
a. Bold d. SubScript
b. Italic e. Underline
c. SuperScript
30. Untuk membuka data/ hasil animasi yang telah dibuat perintah yang digunakan adalah ….
a. File-Open d. File-Import
b. File-Send e. File-Publish
c. File-page Setup
31. Perintah untuk menampilkan bidang kerja baru adalah ….
a. File-Exit d. File-Open
b. File-New e. Edit-Paste
c. File-Close
32. Pada Macromedia Flash MX 2004 perintah yang digunakan untuk menambah layer baru adalah …
a. Insert - Scene
b. Insert - Layer
c. Modify - Layer
d. Insert - View - Layer
e. Insert - Timeline - Layer
33. Titik hitam pada frame utama yang akan menjadi patokan untuk nilai frame animasi berikutnya adalah ….
a. Frame d. TimeLine
b. Graphic e. KeyFrame
c. Symbol
34. File yang dihasilkan oleh Macromedia Flash MX 2004 akan berekstensi/ berakhiran ....
a. .fla d. .MPEG
b. .fh e. .MP3
c. .avi
35. Gambar tool Macromedia Flash MX 2004 di samping adalah ….
a. Pen Tool
b. Move Tool
c. Pencil Tool
d. Selection Tool
e. Subselection Tool
36. Animasi yang diperoleh dari perubahan gambar pada tiap framenya disebut ….
a. Animasi Frame
b. Animasi Tween
c. Picture Animation
d. Scripting Animation
e. Animasi Frame by Frame
37. Langkah yang harus dilakukan untuk membuat animasi tween adalah ….
a. Buat obyek di frame
b. Buat keyframe baru di frame 20
c. Create motion tween di frame 2 dan 19
d. Untuk menjalankan tekan tombol Enter
e. Geser obyek ke sebelah kanan lembar kerja
38. Animasi perubahan bentuk obyek disebut dengan ….
a. Object Tween
b. Shape Tween
c. Path Animation
d. Morph Animation
e. Change Animation
39. Istilah untuk memutar gambar 90 derajat berlawanan arah jarum jam adalah ....
a. 90 d. 90 ccw
b. 90 cc e. 180 cw
c. 90 cw
40. Sebuah keyframe yang tidak memiliki isi, baik berupa obyek gambar atau lainnya merupakan pengertian dari ....
a. Frame d. Blank keyframe
b. Keyframe e. Single keyframe
c. Null keyframe
41. Serangkaian animasi yang dihasilkan oleh Macromedia Flash MX 2004 disebut ....
a. Simbol d. Layer
b. Animasi e. Movie
c. Artwork
42. Berikut ini tipe Text yang memungkinkan pengguna memasukkan nilai ke dalamnya adalah
a. Input Text d. Variable Text
b. Tool Text e. Dynamic Text
c. Static Text
43. Tool berikut ini yang termasuk pada kelompok Tools view adalah ....
a. Free Tranform Tool d. Lasso Tool
b. Arrow Tool e. Zoom Tool
c. Eraser Tool
44. File utama dokumen Macromedia Flash MX 2004 ketika disimpan, akan berekstensi/ berakhiran ....
a. .fh d. .exe
b. .fla e. .swf
c. .avi
45. Pada saat melakukan test movie akan terbentuk sebuah file baru yang berektensi/ berakhiran ....
c. .fh d. .exe
d. .fla e. .swf
c. .avi
46. Secara default hasil publikasi Macromedia Flash MX 2004 adalah file ….
a. Flash dan PNG
b. HTML dan Flash
c. Quicktime dan Flash
d. GIF Image dan Flash
e. JPEG Image dan Flash
47. Software yang biasa digunakan untuk pembuatan Animasi, atau Game ialah :
a. Adobe Photo Shop
b. MicroSoft Power Point
c. Corel Draw
d. MacroMedia Flash
e. MacroMedia Free Hand
48. File yang dihasilkan oleh Macro Media Flash akan Berekstensi :
a. .BMP d. .GIF
b. .FLA e. .DOC
c. .JPG
49. Kegunaan Text Tool pada MacroMedia Flash ialah Untuk :
a. Membuat Teks d. Membuat Path/Kurva
b. Membuat Garis e. Membuat Lingkaran
c. Membuat Persegi Panjang
50. Pada Property di Text Tool terdapat perintah BOLD yang berfungsi untuk :
a. Cetak Tebal d. Cetak Miring
b. Model Font e. Ukuran Font
d. Warna Font
51. Berikut ini ialah Profesi/Pekerjan yang kerap menggunakan Program Macro Media Flash kecuali :
a. Periklanan Multi Media
b. Perfilman & Pertelevisian
c. Pembuatan Program Komputer Permainan
d. Pendidikan Desain Grafis berbasis Animasi
e. Operator Data Base
Multi Media Pembelajaran
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang paling sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang.
Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media.
Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak):
1. Media audio
2. Media cetak
3. Media visual diam
4. Media visual gerak
5. Media audio semi gerak
6. Media visual semi gerak
7. Media audio visual diam
8. Media audio visual gerak
Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:
1. audio : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2. cetak : buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
3. audio-cetak : kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
4. proyeksi visual diam : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5. proyeksi audio visual diam : film bingkai slide bersuara
6. visual gerak : film bisu
7. audio visual gerak : film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
8. obyek fisik : Benda nyata, model, spesimen
9. manusia dan lingkungan : guru, pustakawan, laboran
10. komputer : CAI
Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).
Henrich, dkk menggolongkan:
1. media yang tidak diproyeksikan
2. media yang diproyeksikan
3. media audio
4. media video
5. media berbasis komputer
6. multi media kit.
Pada artikel ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.
A. MEDIA VISUAL
1. Media yang tidak diproyeksikan
a. Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
b. Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
1) gambar / foto: paling umum digunakan
2) sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
3) diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.
4) bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.
5) grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2. Media proyeksi
1. Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
- Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
- Membuat sendiri secara manual
2. Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
B. MEDIA AUDIO
1. Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
2. Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
C. MEDIA AUDIO-VISUAL
1. Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2. Media komputer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
Teknik Membuat Animasi 2D dengan Macromedia Flash
Langkah-langkah Membuat Film Animasi 2 dimensi dengan Macromedia Flash
1. Membuat konsep dan Ide cerita -> sinopsis
2. Membuat Storyboard
3. Menggambar Karakter
4. Menggambar Latar belakang dan objek lain
5. Pewarnaan
6. Proses animasi
7. Penggabungan animasi
8. Pengsian suara
9. Konversi Animasi Flash (SWF) ke VCD
Berikut ini adalah penjelasan dari langkah-langkah di atas
1. Membuat konsep dan Ide cerita
• Tentukan tema cerita (bisa didapat dari kehidupan keseharian, cerita-cerita animasi yang sudah ada, komik, dsb)
Contoh konsep cerita: hiburan, lingkungan hidup
Misal: Seekor nyamuk/lalat terbang dari tempat sampah yang kumuh yang tergenang, kemudian nyamuk terbang dan menuju sebuah rumah mewah yang semua dindingnya terbuat dari kaca. Nyamuk sial karena tidak bisa masuk menembus dinding kaca tersebut.
Pesan: Jagalah kebersihan di lingkunganmu karena bahaya demam berdarah mengancam tanpa memandang status sosial.
• Cara mencari ide cerita
Imajinasi Positif Andai aku bisa terbang seperti burung
Andai aku jadi presiden
Dll.
Imajinasi Negatif Andai aku bisa menghancurkan dunia
Andai aku bisa merampok bank
Dll.
2. Membuat Storyboard
Mengapa perlu Storyboard?
• Jika film dikerjakan 1 tim, agar alur cerita bisa dipahami oleh anggota tim.
• Agar kita tidak lupa dengan alur cerita yang sudah kita rencanakan (sebagai pedoman atau pengingat)
• Untuk mempermudah pembacaan isi cerita secara visual (seperti komik)
Seperti komik, storyboard umumnya terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat:
• Bentuk (alur cerita)
• Bentuk adegan
bentuk klimaks (adegan yang paling memuncak dalam isi cerita)
Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karakter tertentu yang berisi romantisme, lucu, teror, dan takut)
Dalam pembuatan storyboard terdapat beberapa istilah khusus, seperti:
• Kamera (pengambilan kamera untuk pembuatan film biasa atau animasi)
• Bahasa-bahasa teks berita (menerangkan dialog yang harus diucapkan)
• Bahasa Audio dan Special Effect (bahasa yang menerangkan letak suara yang harus ada dalam adegan tersebut dan efek khusus yang harus digunakan).
Storyboard dapat dibuat dengan 2 cara:
• Penggambaran cerita dalam bentuk strip (potongan-potongan gambar) sesuai perkiraan tampilan yang diharapkan di layar (seperti komik), disertai penjelasan lengkap mengenai cerita.
• Membuat storyboard dengan simbol, (ditujukan bagi yang tidak bisa menggambar). Jadi bentuk storyboard bisa dibuat dengan simbol-simbol yang bisa dimengerti oleh orang lain.
Contoh: penggambaran manusia dibuat dengan bentuk garis dan kepala bulat, atau bentuk simbol bahwa gambar dimaksud adalah manusia. Storyboard model ini harus diberi penjelasan maksud simbol tersebut.
INTINYA storyboard tersebut bisa dimengerti oleh kita dan orang lain yang membacanya.
3. Menggambar Karakter
Proses pembuatan karakter dimulai dengan:
• Pengamatan secara langsung ke obyek
• sketsa tangan dengan pensil/spidol/tinta
• gambar discan
• file gambar diimpor ke Macromedia Flash
• gambar tersebut dijadikan panduan untuk digambar ulang menggunakan tools yang ada pada Flash (seperti: pencil tool)
Pengeditan gambar karakter di Flash hendaknya dipisah-pisah perbagian yang akan digerakkan (misal: kepala, tangan, kaki, dsb)
• Gabungkan objek-objek yang terpisah tadi
• Karena dalam animasi diperlukan beberapa posisi, maka karakter yang dibuat hendaknya dibuat dalam beberapa posisi , seperti posisi tampak samping, tampak depan, tampak belakang, dsb.
• Untuk menggambar pada posisi berbeda, pecahkan kembali karakter yang telah dibuat sebelumnya, klik Modify > Break Apart (Ctrl+B). Lalu putar & geser sedikit objek dengan logika penampakan yg diinginkan.
4. Menggambar Latar belakang dan objek lain
• Sebuah animasi tidak akan bagus jika tidak diberi lingkungan. Lingkungan inilah yang memberi kesan animasi menjadi hidup.
• Menggambar latar belakang harus sesuai dengan jalan cerita yang sudah ditentukan sebelumnya dalam story board.
• Agar gerak tidak terlalu monoton. Gunakan imajinasi untuk menggambar background dalam berbagai sudut pandang.
• Untuk membuat background 3D kita bisa menggunakan bantuan 3dsmax, namun yang lebih mudah adalah Swift3D, karena lebih simple dan hasilnya dapat langsung diekspor dalam formaf shockwave flash (swf).
5. Pewarnaan
Pada teori warna dikenal pembagian warna:
1. Warna Primer ? warna dasar untuk menghasilkan warna-warna lain.
2. Warna Sekunder ? gabungan dari 2 warna primer
3. Warna Tersier ? gabungan dari 2 warna sekunder
tabel warna primer dan sekunder
Kemudian ada intensitas warna, yaitu warna yang dipengaruhi oleh cahaya terang atau gelap terhadap suatu benda , dibagi menjadi 2 bagian:
1. Warna panas
2. Warna dingin
perbandingan warna panas & dingin
• Dengan penguasaan teori warna yang baik maka kita bisa untuk mewarna objek kita bisa memadukan beberapa warna yang serasi.
• Pewarnaan juga akan lebih optimal jika memperhatikan teknik pencahayaan (gelap-terang) sehingga warna objek lebih menarik.
• Untuk memudahkan pewarnaan karakter di Macromedia Flash, maka tahapannya sbb:
1. Objek karakter harus dipecah terlebih dahulu menjadi beberapa bagian, klik Modify > Break Apart (Ctrl+B)
2. Objek dijadikan symbol, Modify > Convert to Symbol (F8) > beri nama (misal: kepala) > pilih type symbol graphic > klik OK.
3. Beri warna pada objek. Objek dapat dilihat pada library (F11), untuk memudahkan pencarian masukkan kelompok objek dalam folder library.
4. Untuk menggabungkan kembali. Insert > New Symbol > beri nama objek gabungan (misal: nyamuk terbang) > pilih type movie clip > klik OK.
5. Seret objek yang sudah diwarnai (dari library ke stage). Sebaiknya tiap bagian objek/karakter diletakkan dalam layer yang berbeda)
6. Proses animasi
Untuk melakukan animasi, kuasai dulu teknik penganimasian di Flash:
1. Tween Motion : animasi gerak, posisi, & rotasi objek
2. Tween Shape : animasi modifikasi/perubahan bentuk objek
• Animasi dilakukan per karakter, per objek, dan latar belakang sesuai dengan jalan cerita.
• Untuk memudahkan, sebaiknya semua objek kita satukan terlebih dahulu.
• Agar lebih mudah animasi sebaiknya dilakukan per objek, bukan per karakter langsung. Misal untuk objek burung/nyamuk lakukan animasi perbagian (animasi sayap saja, animasi kepala saja, dsb) lalu disatukan dalam movie clip.
• Flash memungkinkan membuat movie clip yang mengandung banyak movie clip untuk memudahkan manajemen animasi menjadi lebih sederhana.
Contoh bagan animasi burung terbang (burung_mc) sbb:
bagan animasi burung terbang
Penjelasan:
Dalam movie clip burung terdapat 3 movie klip (sayap, kepala, badan). Dalam movie clip sayap terdapat 2 macam gambar yang digerakkan (tween motion), yakni tween gambar sayap kanan dan tween gambar sayap kiri. Begitu seterusnya untuk karakter yang lain.
Untuk menggerakkan burung maka, kita cukup melakukan tween motion pada movie clip burung_mc maka objek sayap, kepala dan badan akan ikut “terbang” bersama burung.
Jika animasi dibuat hanya dalam 1 movie clip, maka proses penganimasiannya akan lebih sulit
Agar gerak karakter lebih hidup kita dapat membaca artikel penganimasian dari buku Cartoon Animation by Preston Blair berupa gambar ekspresi gerakan mulut ketika mengucapkan kalimat atau kata-kata yang diterangkan dalam bentuk gambar ekspresi mulut per huruf.
animasi gerak mulut
Tips Penganimasian
• Jika mengalami kesulitan dalam penganimasian lihat kembali storyboard dan buat lebih detail
• Untuk memperkaya penganimasian, banyak-banyaklah melihat adegan film, video klip atau yang lainnya tentang cara pengambilan gambar.
• Untuk membuat animasi karakter pada tokoh, pastikan animasi dibuat pada movie clip yang terdiri dari beberapa movie clip dan simbol graphic di dalamnya.
• Untuk animasi menggunakan actionscript, janganlah menggunakan action yang terlalu rumit. Gunakanlah action yang sederhana, seperti play() atau stop(); atau tanpa actionscript sama sekali. Ini dimaksudkan untuk pengolahan menjadi Video CD (VCD) menjadi lebih mudah.
7. Penggabungan animasi
Penggabungan animasi berarti:
• Menggabungkan beberapa animasi yang terdapat pada beberapa movie clip, yang di dalam movie clip tersebut juga terdapat beberapa movie clip. Setiap movie clip berisi adegan atau cutscene yang kemudian digabungkan dengan adegan lain sehingga menjadi sebuah animasi (cerita/film).
• Adegan-adegan yang terdiri dari beberapa movie clip dapat diletakkan dalam 1 scene saja (timeline utama) atau setiap pergantian adegan dimasukkan dalam scene baru. Caranya klik Insert > Scene.
• Secara default film akan memainkan animasi berurutan Scene 1 > Scene 2 > Scene 3 > dan seterusnya. Untuk mengubah urutan tersebut. Kita bisa mengaturnya dengan cara klik Window > Other Panels > Scene (Shift+F2). Pada jendela Scene kita bisa menggeser-geser urutan scene dari atas ke bawah atau sebaliknya.
• Kita juga bisa mengganti nama scene sesuai dengan keinginan kita dalam jendela Scene.
Contoh diagram susunan movie clip pada movie total:
diagram animasi movie total
8. Pengisian suara
Animasi akan lebih hidup jika ada suara yang mengiringi jalan cerita animasi tersebut.
• Suara untuk animasi dapat diperoleh dengan merekam sendiri atau mengedit file suara dengan software pengedit suara (audio editor).
• Kita juga bisa mendownload file suara yang kita inginkan dari internet seperti situs resource flash www.flashkit.com.
• Untuk mengedit suara software tambahan yang dapat digunakan antara lain: FruityLoops, Sound Forge, Cool Edit 2000, dsb.
• Format suara yang dapat dimasukkan ke dalam Flash antara lain wav dan mp3.
• Untuk memasukkan suara ke dalam Flash: klik Import > to Library. Pada file type aktifkan All Sound Formats (untuk menyeleksi yang tampil hanya semua file suara yang didukung flash). > klik OK
• Untuk memasukkan ke dalam timeline, cukup drag file suara ke dalam frame yang diinginkan.
• File suara tidak harus diletakkan di timeline utama, tapi cukup di movie clip yang ada di dalamnya. Suara akan ditampilkan pada saat dimainkannya movie clip tersebut.
• Pada window property akan muncul informasi mengenai suara yang digunakan:
penjelasan property sound
Sound : Nama file yang sudah diimpor ke library
Effect : None : tanpa efek
Left Channel : suara di kanal kiri saja
Right Channel : suara di kanal kanan saja
Fade Left to Right : gradasi kanal kiri ke kanan
Fade Right to Left : gradasi kanal kanan ke kiri
Fade In : gradasi senyap-keras
Fade Out : gradasi keras-senyap Custom:
Efek yang bisa kita atur bebas di tombol edit.
Sync : Event : Digunakan agar suara yang dimainkan tidak berpengaruh dengan jumlah frame rate pada movie
> Biasanya dilakukan untuk pengisian suara yang tidak mengikuti gerak animasi, seperti suara latar.
Stream : Sebaiknya digunakan untuk efek suara, seperti suara jatuh, suara tembakan, dan suara efek-efek lainnya, karena lebih sesuai dengan mengikuti gerak animasinya.
> Lipsync atau pengisian suara percakapan lebih baik menggunakan sync stream.
9. Konversi Animasi Flash (SWF) ke VCD
• Agar film animasi bisa ditampilkan di televisi, maka harus dikonversi ke dalam format VCD. Tahapannya file Flash harus dipublish menjadi SWF > dikonversi ke AVI > dikonversi menjuadi VCD (.DAT) agar bisa dimainkan di VCD Player.
• Untuk konversi SWF ke AVI di Macromedia Flash MX dibutuhkan software tambahan yaitu SWF2Video. Namun untuk Macromedia Flash 8 Sudah dilengkapi dengan fasilitas konverter Windows AVI. Namun file ini hanya bisa dimainkan oleh program VCD
Foto apa yang bagus?
Kadang mungkin Anda bertanya, apa sih yang membuat sebuah foto itu bagus? ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Setiap orang memiliki ide atau kriteria masing-masing dalam menilai apakah sebuah foto dianggap bagus atau jelek.
Pada dasarnya, foto dianggap baik apabila memiliki kualitas teknis yang baik, seperti apakah foto tersebut cahayanya baik, cukup terang atau tidak terlalu gelap, apakah subjek foto itu kabur atau tajam, apakah komposisi foto sesuai dengan situasi yang ada.
Tapi kualitas teknis jauh dari cukup, sebenarnya, kualitas teknik terkadang tidak sepenting hal-hal dibawah ini:
Hubungan antara foto dan permirsa: Bila sebuah foto memiliki suatu ikatan atau hubungan antara seorang dengan yang lain, maka foto tersebut dianggap bagus. Misalnya, foto waktu kecil, atau foto pernikahan menurut kebanyakan orang adalah foto yang bagus karena ada ikatan emosi antara pemirsa dan foto tersebut.
Proses: Dalam mengambilan foto, kadang prosesnya yang membuat foto itu bermakna lebih dari foto itu sendiri. Contohnya foto perang di garis depan atau foto di tempat-tempat sulit seperti gunung Everest, foto dibulan dan sebagainya. Proses mendapatkan foto inilah yang lebih dihargai daripada teknis belaka.
Emosi dan Aksi: Ada foto yang bisa membangkitkan emosi permirsa, dan juga membuat pemirsa ingin melakukan sesuatu. Foto jenis ini sering di dapati di koran-koran atau majalah, seperti foto korban bencana perang, alam dan lain-lain.
Dan mungkin masih banyak lagi yang lain yang termasuk kategori bagus. Menurut saya, kita tetap perlu belajar fotografi secara teknis, kemudian meningkatkannya dengan memperhatikan relevansinya terhadap pemirsa, proses dan kekuatan emosi yang terdapat dalam foto tersebut.
Tips buat pemakai kamera saku – gunakan self timer

Ada tips kecil dari saya hari ini untuk pemakai kamera saku, terutama yang berukuran kecil. Seringkali bila kita memotret di ruangan yang agak gelap, gambar yang kita hasilkan banyak yang kabur.
Salah satu penyebab utamanya adalah sewaktu kita menekan tombol shutter untuk mengambil gambar, tidak terasa tangan kita membuat kamera tersebut bergoyang, karena itulah gambar kita bisa jadi kabur. Hal ini menjadi lebih parah apabila kamera Anda kecil dan tipis. Untuk itu maka saya sarankan mengunakan self timer.
Self timer adalah fungsi dimana kamera mengambil gambar otomatis setelah kita menekan tombol shutter. Kita bisa menentukan jeda waktunya selama dua atau sepuluh detik. Biasanya fungsi ini digunakan untuk foto grup, tapi bisa digunakan juga untuk foto biasa. Dengan mengunakan self timer, maka kamera lebih stabil saat gambar diambil. Semoga membantu!