MATERI KELAS XI Hari,Kamis 20 JANUARI 2011

Bagian Sisi Atas Kamera Digital


Pada bagian sisi atas kamera digital memiliki beberapa bagian anatara lain :


Fungsi dari masing-masing bagian sisi depan dan sisi bawah kamera digital adalah sebagai berikut :

  1. Flash Button berfungsi untuk menyeting apakah flash aktif atau tidak aktif. Secara default flash dalam keadaan tidak aktif.


  2. Image Quality Button berfungsi untuk menentukan kualitas image yamg dihasilkan. Ada 3 tingkatan kualitas image pada kamera digital dimulai dari yang paling rendah yaitu : Good ditandai dengan *, Better ditandai dengan ** dan Best ditandai dengan ***.


  3. Mode Button berfungsi untuk memilih fitur-fitur yang ada seperti : Self Timer, Macro, Burst atau Exposure Settings.


  4. Status LCD berfungsi menampilkan setting kamera dan setting yang sedang aktif.



    Icon-icon yang tertera pada Status LCD disamping mengindikasikan/menandakan bahwa :
    1. Resolusi Image dipilih adalah best (high resolution)

    2. Setting Night Mode (Modus Malam) sedang aktif

    3. Auto Flash (pencahayaan otomatis) kamera aktif

    4. Flash dalam keadaan Off

    5. Setting Red-Eye Reduction aktif

    6. Perkiraan sisa daya tampung penyimpanan pada memory card berdasarkan jumlah image atau durasi video.

    7. AC Power Adapter sedang terpasang di kamera.

    8. Kondisi Battery penuh, jika battery lemah (low battery) akan dimunculkan peringatan pada Image Display.

    9. Memory Card sedang terpasang dikamera

    10. Perekam audio sedang aktif

    11. Perekam video sedang aktif.

    12. F-stop kamera disetting pada F2.6 atau F4.9 pengaturan aperture kamera.

    13. Mode portrait kamera digital sedang aktif untuk pemotretan jarak 60 s.d 100 cm.

    14. Mode landscape kamera digital sedang aktif.

    15. Mode aksi/sport sedang aktif berfungsi untuk memotret benda bergerak.

    16. Setting Macro sedang aktif untuk pemotretan jarak sekitar 20 cm.

    17. Setting Burst Mode / Multi Snap sedang aktif untuk pengambilan beberapa gambar dalam satu snapshot. Biasanya sampai 5 gambar

    18. Setting Self Timer sedang aktif untuk pemotretan tanpa menekan Shutter Button.



  5. Shutter Button merupakan tombol perekam gambar. Jika ditekan separo akan mengunci fokus dan exposure, kemudian tekan penuh untuk mengambil gambar objek.


  6. Video Button merupakan tombol perekam movie. Jika ditekan pertama kali berarti proses perekaman movie dimulai dan jika ingin menghetikannya tekan video button sekali lagi.

Pada bagian sisi belakang kamera digital memiliki beberapa bagian antara lain :

Fungsi dari masing-masing bagian sisi belakang kamera digital adalah sebagai berikut :

  1. Optical Viewfinder di kenal juga dengan Jendela Pelihat, berupa jendela kecil pada kamera untuk melihat objek yang akan di ambil oleh fotografer, objek yang tampak pada Optical Viewfinder sesuai dengan kenyataan, dan hasil yang tampak pada Optical Viewfinder pula yang akan terekam pada memory card kamera digital. Pada kamera fotografi profesional, pada Optical Viewfinder juga terdapat titik fokus dan pengukuran cahaya sehingga fotografer dapat melihat apakah gambar yang di hasilkan memiliki cahaya yang cukup dan ketajaman gambar yang pas. Optical Viewfinder juga berfungsi dalam perekaman movie/video


  2. Video Viewfinder Light akan menyala dengan warna merah pada saat perekaman movie/video dan akan berkelap-kelip (blinking red) apabila self timer pada modus kamera diaktifkan atau saat terjadi kesalahan (error).


  3. Auto Focus Viewfinder Light akan menyala dengan warna hijau saat kamera siap untuk pengambilan gambar objek. Saat itu fokus dan exposure objek terkunci dengan ditekannya Shutter Button separonya sebelum perekaman gambar dilakukan kamera. Apabila kamera tidak bisa fokus atau dalam kondisi Long Exposure atau terjadi error maka Auto Focus Viewfinder Light akan berkelap-kelip (blinking green).


  4. ON/OFF Switch merupakan swicth untuk menghidupkan atau mematikan komputer.


  5. Zoom Button untuk proses Zooming (Zoom out/Zoom in) ialah memperbesar gambar objek yang posisinya jauh sehingga tidak perlu mendekati objek untuk memperoleh ukuran yang diinginkan. Perpaduan Optical Zoom dan Digital Zoom menghasilkan zoom yang berlipat


  6. Memory/USB Light akan menyala dengan warna orange apabila Memory Card telah terpasang dengan benar. Memory/USB Light akan berkelap-kelip (blinking orange) pada saat kamera dihidupkan, pengisian ulang battery (charging battery), mengirim dan menerima data melalui USB Connector dan saat membaca dan menyimpan data pada Memory Card.


  7. Memory Card door tempat untuk memasang memory card atau mencabutnya.


  8. Wrist Strap Mount tempat pemasangan tali kamera.


  9. Arrow Button adalah tombol untuk memilih menu yang tampil pada Image Display ke dua arah yaitu atas dan bawah, dan menu tersebut diakses dengan cara menekan OK Button.


  10. Image display berfungsi untuk menampilkan objek yang tertangkap lensa kamera, menampilkan menu-menu yang tersedia, ataupun menampilkan hasil rekaman kamera / movie yang sudah tersimpan pada memory card.


  11. HP Instant Share Button berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan menu yang muncul pada Image Display.


  12. Playback button berfungsi untuk menampilkan dan menutup hasil rekaman yang dimunculkan pada Image display.


  13. Live View Button berfungsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fasilitas live view yaitu menjadikan Image Display berfungsi sebagai Optical Viewfinder untuk pengambilan gambar yang lebih akurat, namun berdampak pemborosan dalam penggunaan battery.

MATERI KELAS XI Hari,Selasa 18 JANUARI 2011

Bagian-bagian Kamera Digital

Banyak sekali jenis dan merk Kamera Digital yang ada dipasaran yang merupakan produk dari beberapa perusahaan kamera. Misalnya : Canon, HP, Olympus, Genius , Nikon dan lain-lain dengan keunggulan produk masing-masing. Namun secara umum Kamera Digital mempunyai bagian-bagian yang tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya mari Kita lihat contoh kamera digital HP Photosmart 730 series.

Bagian Sisi Depan dan Sisi Bawah Kamera Digital

Pada bagian sisi depan dan sisi bawah kamera digital memiliki beberapa bagian anatara lain :


Untuk melihat fungsi dari masing-masing bagian sisi depan dan sisi bawah kamera digital adalah sebagai berikut :

  1. Video/Self Timer Light pada modus video akan berwarna merah ketika melakukan perekaman movie, dan pada modus kamera akan berwarna merah berkelap-kelip (blinking red) saat Self Timer diaktifkan.
  1. Microphone merupakan sarana perekaman audio clips pada perekaman movie.
  1. Flash berfungsi menghasilkan kilatan cahaya untuk membantu mendapatkan gambar yang jelas jika kondisi obyek gelap atau kurang cahaya. Misalnya : Malam hari, dalam ruangan. Disamping itu Kamera Digital memiliki Sensor Flash untuk menentukan tingkat pencahayaan secara otomatis. Flash hanya berfungsi pada modus kamera.

  1. Power Adapter Connector berfungsi untuk menyambungkan kamera dengan listrik AC jika tidak menggunakan battery.
  1. USB Connector merupakan konektor penghubung kamera ke komputer atau printer untuk transfer data melalui USB Cable Data.
  1. TV Connector merupakan konektor penghubung kamera ke TV yang berfungsi sebagai pengganti layar (Image Display) dari kamera.
  1. Speaker berfungsi untuk sarana output suara kamera atau audio clips
  1. Tripod Mount merupakan tempat pemasangan tripod kamera

  1. Camera Dock Connector adalah konektor penghubung dengan dok kamera yang memiliki konektor USB, konektor audio visual dan konektor power adapter AC.
  1. Battery Door tempat memasukkan battery kamera.
  1. Lens (Lensa) berfungsi untuk menangkap gambar objek yang ada dihadapan kamera ( objek yang dipotret). Cover Lens (Penutup Lensa) merupakan penutup lensa otomatis berfungsi untuk pengaman lensa ketika kamera tidak digunakan.

Kelas XI MM 2 - Hari Sabtu, 15 Januari 2011 ( Catat / Download Materi Ini )

Konsep Kamera Digital
Kamera Analog Kamera Digital

Bagi seorang pemula menggunakan kamera analog sering menemukan kendala baik dalam proses pemotretan maupun dari kualitas foto yang dihasilkan. Misalnya : gambar yang kurang sempurna, kesulitan dalam menentukan fokus suatu objek, serta gambar objek yang tak langsung terlihat seperti hasil foto yang sebenarnya. Belum lagi proses pencetakan yang memerlukan ruang gelap dan hasil foto yang tidak bisa diperbaiki/diedit.

Sedangkan apabila anda memotret dengan menggunakan Kamera Digital, anda akan dimudahkan. Dengan menggunakan fasilitas yang ada, Anda dapat menggunakannya dengan mudah, walau anda bukan seorang fotografer profesional. Materi ini akan memperkenalkan kepada anda tentang konsep Kamera Digital, bagian-bagian dan teknik pengoperasiannya.

  1. Pengertian Kamera Digital


    Dilihat dari proses dan hasil perekaman gambar pada Kamera Digital dapat didefenisikan bahwa Kamera Digital merupakan perangkat perekam gambar yang menyimpan data gambar dalam format digital. Kamera Digital termasuk produk teknologi digital (perangkat digitizer) dengan kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubahnya ke bentuk mode digital elektronis.


    Cara kerja Kamera Digital hampir sama dengan Kamera Analog. Perbedaan yang mendasar dapat dilihat dari tabel berikut :
  2. Media Penyimpanan Foto

    Kamera analog (kamera biasa) menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap. Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya.






    Pada kamera digital perekam gambar menggunakan sensor CCD (Charge Coupled Device) atau CMOS (Complemetary Metal Oxidane Silicon) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan dalam format digital akan memudahkan untuk ditransfer ke pengolah foto digital semacam komputer, untuk keperluan editing berupa perubahan pada warna, ketajaman, kecerahan dan latar belakang objek.


  3. Megapixel Kamera Digital

    Kamera digital saat ini sudah memiliki sensor penangkap gambar CCD lebih dari jutaan pixel. Semakin banyak pixel yang bisa ditangkap akan semakin detail dan semakin halus gambar yang dihasilkan. Misalnya : untuk memotret gambar ukuran pos card , Anda cukup membeli kamera digital dengan kapasitas sensor 1 Mega pixel. Kamera dengan kapasitas sensor 1 Mega Pixel ini juga masih mencukupi untuk keperluan gambar di website. Akan tetapi untuk keperluan gambar yang jauh lebih detail maka diperlukan kamera dengan kapasitas sensor 2 Mega Pixel atau lebih. Bagi fotografer profesional kini sudah tersedia kamera berkapasitas 5-10 Mega pixel.

    Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto yang ditampung dalam chip CCD semakin banyak gangguan-gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik saat ini.

  4. Perbedaan CCD dan CMOS

    CCD
    CMOS

    Saat ini banyak kamera digital murah yang menggunakan sensor CMOS dari pada CCD. Apa kelebihan dan kekurangan CMOS dibanding CCD ? CMOS memiliki keunggulan dimana ongkos produksi murah sehingga harga kamera lebih terjangkau. Sedangkan CCD memiliki keunggulan dimana sensor lebih peka terhadap cahaya sehingga pada kondisi redup (sore/malam) tanpa bantuan lampu blitz / Flash masih bisa menangkap objek dengan baik, sedangkan pada CMOS hasil perekaman objek sangat buram.

Kumpulan Materi Multimedia SMK

Materi Produktif Multimedia Kelas XII Bisa Di Download Di Sini

072.KK.05 Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi.zip | mirror
072.KK.15 Memahami cara penggunaan peralatan tata cahaya.zip | mirror
072.KK.16 Menerapkan efek khusus pada obyek produksi.zip | mirror

Materi Produktif Multimedia Kelas XI Bisa Di Download Di Sini

072.KK.11 Menggabungkan gambar 2D ke dalam sajian multimedia.zip | mirror
072.KK.12 Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian MM.zip | mirror
072.KK.14 Membuat story board aplikasi multimedia.zip | mirror

1.Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian MM ( Kelas XI Multimedia )

Sekilas tentang Fotografi

Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Jenis-jenis kamera

Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.

Format film

Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.

  1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
  2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
  3. Medium format
  4. Large format

Jenis Film

  1. Film B/W, film negatif hitam putih.
  2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
  3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.

Jenis-jenis kamera

  1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
  2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
  3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
  4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
  5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.

Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.

Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.

  1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
  2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
  3. DSLR. Digital SLR.

Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.

Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.

Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)

Jenis-jenis Lensa

a. berdasarkan prime-vario

1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.

2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.

b. berdasarkan panjang focal

1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.

2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.

3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.

c. berdasarkan aperture maksimumnya.

1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.

2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.

d. lensa-lensa khusus

1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat

2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.

Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.

Peralatan bantu lain

Tripod, diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.

Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.

Monopod, mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.

Flash/blitz/lampu kilat, untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap.

Filter, untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya.

§ UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.

§ PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit.

Exposure, jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.

§ Aperture/diafragma. Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya.

§ Shutter speed/kecepatan rana. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk.

§ ISO, menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200.

Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.

Exposure meter, pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal.

Exposure metering (sering disingkat dengan metering saja), metode pengukuran cahaya

  1. Average metering, mengukur cahaya rata-rata seluruh frame.
  2. Center-weighted average metering, mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah.
  3. Matrix/Evaluative metering, Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu.
  4. Spot metering, mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja.

Exposure compensation, 18% grey. Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.

Under exposured, foto terlalu gelap karena kurang exposure.

Over exposured, foto terlalu terang karena kelebihan exposure

Istilah stop. Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali. Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali. Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali. Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.

Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2. Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/Ö2).

Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1. Beda speed tiap stop adalah 2 kali.

DOF, Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.

Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.

1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit.

2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit.

3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit.

Pemilihan DOF

§ Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.

§ Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.

Shooting mode

Mode auto, mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.

  1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.
  2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.
  3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.
  4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.
  5. Fast shuter speed
  6. Slow shutter speed
Creative zone
  1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
  2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.
  3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.
  4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual.

Komposisi dan Angle.

Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto

Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar.

Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.