072.KK.05 Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi.zip | mirror
072.KK.15 Memahami cara penggunaan peralatan tata cahaya.zip | mirror
072.KK.16 Menerapkan efek khusus pada obyek produksi.zip | mirror
Materi Produktif Multimedia Kelas XII Bisa Di Download Di Sini
Materi Produktif Multimedia Kelas XI Bisa Di Download Di Sini
1.Menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian MM ( Kelas XI Multimedia )
Sekilas tentang Fotografi
Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.
Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
- APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
- Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
- Medium format
- Large format
Jenis Film
- Film B/W, film negatif hitam putih.
- Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
- Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.
Jenis-jenis kamera
- Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
- Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
- SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
- TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
- Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.
Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.
Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.
- Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
- Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
- DSLR. Digital SLR.
Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.
Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.
Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)
Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.
b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.
c. berdasarkan aperture maksimumnya.
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.
d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.
Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.
Peralatan bantu lain
Tripod, diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.
Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.
Monopod, mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.
Flash/blitz/lampu kilat, untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap.
Filter, untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya.
§ UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.
§ PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit.
Exposure, jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.
§ Aperture/diafragma. Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya.
§ Shutter speed/kecepatan rana. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk.
§ ISO, menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200.
Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.
Exposure meter, pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal.
Exposure metering (sering disingkat dengan metering saja), metode pengukuran cahaya
- Average metering, mengukur cahaya rata-rata seluruh frame.
- Center-weighted average metering, mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah.
- Matrix/Evaluative metering, Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu.
- Spot metering, mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja.
Exposure compensation, 18% grey. Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.
Under exposured, foto terlalu gelap karena kurang exposure.
Over exposured, foto terlalu terang karena kelebihan exposure
Istilah stop. Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali. Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali. Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali. Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.
Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2. Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/Ö2).
Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1. Beda speed tiap stop adalah 2 kali.
DOF, Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.
Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit.
2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit.
3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit.
Pemilihan DOF
§ Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
§ Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.
Shooting mode
Mode auto, mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.
- Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.
- Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.
- Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.
- Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.
- Fast shuter speed
- Slow shutter speed
Creative zone
- P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
- Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.
- Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.
- M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual.
Komposisi dan Angle.
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto
Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar.
Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.Menggambar gaya Manga menggunakan AI (Adobe Illustrator) Part 1
jika Anda menyukai dan menggunakan Software bernama Illustrator atau mau memakainya seperti kami silakan dinikmati.
siapkan worksheet yang mau dipake, biar gambarnya jelas bikin halaman size A4 saja. orientasi ukurannya terserah yang mau pake, sayangnya aku lebih suka pake cm kerana enak di mata, hehehe.

Masuk ke peralatannya, kita bakal butuh garis bantu yang di buat pake Line Segmen Tool sebagai kerangka nempatin mata, mulut, idung dan telinga. lalu buat bikin gari lengkung sebangsa dagu kita manfaatin yang namanya pen tool. jangan lupa non aktifkan fill color dari pen tool nya biar nyisa garis luarnya saja. OK mari lanjut membuat gambar gaya manga tampak dari depan.

ini dia yang di bikin sebagai permulaan.buat garis berantakan seperti gambar di samping.
satu tegak dan dua horizon berurut atas bawah. fungsi dari garis tegak sebagai reflektor alias cermin -.- kan bentuk wajah normalnya simetri kiri kanan nya jadi di bagi dua saja seperti begino.
garis horizon 1 (atas) membantu mengatur posisi penggambaran mata
garis horizon 2 (bawah) membantu mengatur posisi penggambaran mulut.

Wokey,
garis mayanya sudah, di bedain aja pake warna biru biar gag ganggu.
lanjut dengan membuat garis lengkung mengelilingi garis maya yang di buat. Sebenarnya untuk membuat agar tampak simetri kayak contoh bikin satu garis dulu baru di copy dan di cerminkan.
caranya di bawah ini....
kalo Transform--> Reflect di klik yang muncul ginian...

OK, di lanjut ke tambah alis mata, dari gambar kelihatan kan kalo alis di buat sejajar dengan garis horizon 1 . lalu buat nambah mata di bawahnya kasih lagi garis bantu,
yang putus2 atas buat mata
yang putus2 bawah buat nempelin kembang idung.
biar nggak bikin rancu mana yang garis bantu mana yang outline kasi warna yang beda lagi, pake biru saja biar sama kayak garis maya.

Sip... sudah ketambahan mata agak berbentuk sekarang.
buat bikin mata sama alis cukup satu saja lalu di copi dan di cerminkan mirip kayak bikin setengah muka di atas. karena itu bersyukurlah yang mukanya simetris hehehe...
Mata udah... tambahkan idung sesuai dengan pertemuan garis tegak dan garis putus2 bawah.Ya otomatis garis yang nyisa alias garis maya bawah di pake buat menentukan letak gambar mulut. Corek deh di perpotongan garis nya.
Kelar... kelar hampir kelar....biar kelihatan manusia tambahkan telinganya,
jarak antara garis putus2 atas dan putus2 bawah adalah gambaran tinggi telinga. Rasakan sendiri kalau tinggi telinga kita itu ternyata sama dengan tinggi tidung kita.
Yap >..< ayo tambah rambutnya....silakan aktifkan fill color pada pen tool biar langsung kelihatan area yang ditutup, tapi kalo mau diaktifkan belakangan ya OK saja kok.
Last...Last....Last!!!pilih area wajah dan silahkan aktifkan fill color untuk area wajah, isi dengan warna krem atau lazimnya warna kulit manusia.
hehehehe
Mengubah Gambar Rester Menjadi Gambar Vector Menggunakan Adobe Illustrator
Seteleh mengenal tool-tool dalam adobe illustrator, selanjutnya kita masuk ke project pembuatan vector image. Langkah2nya adalah sbb:
1. Buka foto / file image dengan adobe illustrator :
2. Duplicate layer foto menjadi 2
3. Buat trace foto (layer 1 copy) dengan live trace
Caranya: pada menu utama klik: Object >> Live Trace >> Tracing Options...
maka akan muncul dialog box seperti gambar dibawah ini:
Seting properties seperti tampak pada gambar diatas. Kemudian tekan button Trace
4. Maka akan diperoleh gambar sebagai berikut:
Kemudian set transparency layer 1 copy seperti pada gambar di bawah ini:
Cara mengesetnya adalah dengan merubah persentase dari Opacity 100% ke sesuai kebutuhan
Catatan: opacity tergantung pada source image, jika source image terlalu terang maka opacity dikurangi hingga menghasilkan pencahayaan yang proporsional.
5. Kemudian create new layer, setelah itu kunci 2 layer terbawah, maka akan didapatkan susunan layer seperti pada gambar dibawah ini:
Setelah itu proses selanjutnya adalah menggambar ulang image dengan menggunakan pen tool. Gambar image menurut warna pada layer ke 3, semisal anggota badan jadikan 1 warna seperti tampak pada gambar dibawah ini:
Pen Tool, Opacity 59, Trace Tangan dan Wajah
Gambar seluruh foto/image dengan menggunakan pen tool menurut dengan perbedan warna pada foto/image. semisal pada objek mata, rambut, alis, dsb, gambar dengan path tersendiri seperti tampak pada gambar di bawah ini:
6. Setelah seluruh objek telah tergambar ulang dengan pen tool, kemudian warnai dengan palete color, maka akan didapatkan gambar seperti di bawah ini:
Beberapa skin color dalam vector yang sering saya pakai:
RGB mode: |
|
CMYK mode: |
|
Vector Image
Pengenalan Adobe Illustrator
Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya berkenalan dengan dasar-sasar vector dan Adobe illustrator, apa itu vector? berikut penjelasannya:
- vector: adalah sekumpulan titik dan garis yang saling terhubung yang merupakan perpaduan dari warna2 sehingga membentuk sebuah objek.
intinya: gambar vector merupakan kumpulan curva-curva warna yang disusun sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sebuah bentuk objek.
Software yang biasa digunakan (berbasic vector) untuk membuat vector image:
- Adobe Illustrator
- Corel Draw
- Macromedia Flash
- 3D max
- Free Hand, dsb.
Karena saya biasa menggunakan Adobe illustrator CS-2, maka disini akan dijelaskan sedikit pengetahuan saya tentang adobe illustrator CS-2.
Pengenalan Adobe Illustrator CS-2
Sebelum memulai proses kerja pada Adobe Illustrator CS-2, akan lebih baik jika terlebih dahulu mengenal siapa dan bagaimana Adobe Illustrator  itu. Area kerja Adobe Illustrator CS-2 pada dasarnya terdiri atas beberapa komponen antara lain:
Klick Image to Zoom
- Menu berisi kontrol untuk berbagai fungsi seperti membuat, membuka, menyimpan file, dan sebagainya sesuai dengan menu yang ditampilkan.
- Stage adalah area persegi empat yang merupakan tempat untuk membuat obyek.
- Toolbox berisi menu untuk membuat atau menggambar bentuk, memberi pewarnaan, dsb.
- Palete Color berisi warna-warna yang dipakai dalam pewarnaan objek di dalam Adobe Illustrator CS-2.
- Objek Properties berisi tentang informasi objek antara lain koordinat objek, rotation, fill, stroke, width, height, dsb.
- Layer Properties berisi layer-layer dimana objek berada (sama seperti di Potoshop).
- Pathfinder berfungsi untuk triming objek, menggabungkan 2 objek menjadi 1 bangun, dll.
- Selection tool : untuk seleksi objek, memindah, memperbesar ukuran, dsb.
- Direct Selection tool : untuk editing bentuk bidang yang sudah jadi.
- Magic wand tool : seleksi warna seperti pada potoshop
- Lasso tool : seleksi objek seperti pada potoshop
- Pen tool : membuat bentuk objek (curva) sesuai dengan keinginan kita.
- Type tool : mengetikkan huruf
- Line segment tool : menggambar garis
- Rectangle tool : menggambar bidang persegi, jika ingin memunculkan bentuk bidang yg lain maka press rectangle tool agak lama, maka akan muncul pilihan bentuk bidang yg lain seperti oval, polygon, dsb.
- Paint brush  tool : menggambar garis secara bebas seperti pada Microsoft paint.
- Pencil tool : hampir sama dengan paint brush tool.
Tool-tool di atas ini fungsinya hampir sama dengan tool pada potoshop
Demikian penjelasan tentang tool dan dasar illustrator
Dasar Photoshop : Color Theme Photoshop CS4
Apapun yang berhubungan dengan grafis pastilah tidak luput dari vector dan warna. Dua hal ini ada point teratas jika memulai sebuah proyek, diikuti proporsional dan kombinasi.
Kadang merancang kartu nama aja udah bingung mau pake konsep apa, yang tentunya warna. Jika kita mau konsepnya techno, pastinya warna2 yang kalem n unsur2 teknologi dsb.
Layout Katalog Tazewell: warna ( blue, grey, white)
Kalo bingung mau kombinasi warna2 yang dipakai biar ga nabrak, skrg pshop udah ada aplikasinya, namanya Kuler ( bukan tukul tp Kuler , wkwkwk Ke Je Dott,.!=])
Menu Windows- Extention- Kuler
kalo udah dipilih munculnya:
Liat pada Base Color –nya, itu adalah warna pilihan anda dan dengan kuler ini akan ditampilkan warna sinkron-nya atau theme warnanya.
Dikuler juga kita bisa men-setting RGBnya atau CMYK utk masing color setting pada setiap proyeknya. (saya lebih terbiasa dengan RGB).
Kuler sebenarnya bukannya bisa menentukan warna kombinasi yang cocok untuk kita pakai buat desain apapun. Kuler bisa menentukan titik warna khusus pada setiap grafik warna sesuai dengan koordinat Color Picker. Hasil kombinasi yang di tampilkan pada Kuler ini benar2 membantu kita dalam men-campur adukan warna2 yang mungkin saja anda bisa memuja-muji olahan anda sendiri, hehe..
Cara pakainya? Gampang aja,.
Pertama anda tentukan sendiri warna yang anda mau,.kalem?ceria?elegant?warna nabrak tapi keren?=P Ke Je DOT lagi yukk,…
Pada Select Rule-nya, anda bebas memilih jenis grafik kombinasi warnanya.
Misalnya saya ingin membuat kartu nama dengan konsep warna ke ijo2an,.maka kita mesti tentuin dulu Rule-nya. Saya pilih yang Monochromatic. Kombinasi warnanya yang tidak terlalu extrim (namanya juga MONO=satu macam)
Untuk mendapat Base Color-nya bisa kita pilih dengan KLIK n Drag pada color pointnya dengan lingkaran bulat paling BESAR.
Akhirnya dapat kombinasi warna ijo2 yang dapat kita pilih sesuai minat dan selera anda. Jadi tidak susah2 cari warna kombinasi khusus MONO warna HIJAU.
Cara menggunakan warna hasil pencarian dengan kuler ini, cukup double kilik kotak warna hasil nge-KULER-nya, so dapatlah warnanya pindah ke Foreground Color, atau COPAS (copy-paste) angka Hex-nya ke hex di Color Picker.
Bagaimana kalo mau kombinasi warna lebih dari satu jenis warna?
Kita cukup pilih jenis Rule-nya,
Saya pilih yang Triad aja, lebih simple titik2 warnanya,.karna Simple itu yang menarik,.;)
Kalo mau warna yang ceria2 atau Colorful, kita bisa mengatur BC-nya (Brightness & Contrast).
Untuk mencari kombinasi warna yang sesuai selera, kita bisa C&D (Click & Drag) pada bulatan base colornya, bulatan tengah yang paling BESAR.